Penjajakan Kerja Sama Kelembagaan, Program Literasi Keuangan Ritel, dan Sinkronisasi Kurikulum Berbasis Regulasi Bisnis Modern Sulawesi Tenggara Kota Kendari

2026-05-18 · pilihan

Kendari, 18 Mei 2026 — Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan lembaga regulator, dilakukan kegiatan Penjajakan Kerja Sama Kelembagaan, Program Literasi Keuangan Ritel, serta Sinkronisasi Kurikulum Berbasis Regulasi Bisnis Modern bersama instansi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indomaret Kota Kendari, Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Indogrosir Kota Kendari Perwakilan Sulawesi Tenggara di Kota Kendari.

Kegiatan ini bertujuan membangun kolaborasi strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada bidang bisnis, keuangan, dan manajemen ritel berbasis kebutuhan industri modern.

Selain itu, program ini juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap literasi keuangan, transformasi digital, serta regulasi bisnis yang terus berkembang di era modern.

Melalui diskusi dan koordinasi yang dilakukan, para pihak membahas peluang kerja sama dalam berbagai bidang, mulai dari program magang mahasiswa, kuliah praktisi industri, pelatihan literasi keuangan ritel, hingga sinkronisasi kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan regulasi bisnis saat ini.

Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya peningkatan pemahaman generasi muda terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, kewaspadaan terhadap investasi ilegal, serta pemanfaatan layanan keuangan digital secara bijak.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara turut mendorong penguatan edukasi terkait sistem pembayaran digital, stabilitas ekonomi, dan peran UMKM dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Di sisi industri, Indomaret dan Indogrosir Kota Kendari menyambut positif program sinkronisasi kurikulum ini sebagai langkah untuk menciptakan lulusan yang siap kerja, adaptif, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri ritel modern.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal terjalinnya kerja sama berkelanjutan antara institusi pendidikan, regulator, dan dunia usaha dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan ekonomi digital di Indonesia, khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara.